Rabu, 25 Maret 2015

Makalah Pipa

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah “Instalasi Pipa pada Pompa Sumasang/Helai” dengan sebagaimana mestinya. Makalah ini disusun sebagai nilai tambah teori perkuliahan.
Adapun pembuatan makalah ini untuk merangkum hal-hal yang berkaitan dengan “Instalasi Pipa pada Pompa Sumasang/Helai”, adapun pembahasan yang penulis masukkan yaitu  definisi umum dari instalasi perpipaan, jenis-jenis dan fungsi pipa,pemasangan pipa teknik dasar, jenis peralatan pipa, sambungan instlasi pipa,dan pekerjaan yang berhubungan dengan instalasi pipa  sehingga dapat menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa(i) Akademi Teknik Soroako dan para pembaca lainnya.
Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada dosen, dalam hal ini adalah Bapak Setyo Wardoyo, yang telah banyak memberikan penjelasan materi selama teori perkuliahan berlangsung.
Akhir kata, penulis memohon maaf jika banyak kesalahan dan kekurangan dalam laporan ini, untuk itu dibutuhkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi penyempurnaan laporan selanjutnya.



                                                                                                Soroako, 05 Januari 2015

                                                                                                            Penulis
DAFTAR ISI
Lembar soal ……………………………………………………………………………………. iii
Kata Pengantar ………………………………………………………………………………. 1
Daftar Isi ……………………………………………………………………………………… 2

PENDAHULUAN ………………………………………………………………………..…… 3
PEMBAHASAN ……………………………………………………………………………… 5
A.    DEFINISI UMUM PERPIPAAN ………………………………………………...…… 5
B.     JENIS DAN FUNGSI PIPA …………………………………………………………… 6
C.    PEMASANGAN PIPA TEKNIK DASAR ……………………………………………. 7
D.    JENIS PERALATAN PIPA …………………………………………………………… 7
E.     SAMBUNGAN INSTALASI PIPA …………………………………………………. 8
F.     PERKERJAAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN INSTALASI PIPA ……… 9

KESIMPULAN ………………………………………………………………………………. 13
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………………… 14


PENDAHULUAN
 Pompa adalah peralatan mekanis untuk mengubah energi mekanik dari mesin penggerak pompa menjadi energi tekan fluida yang dapat membantu memindahkan fluida ke tempat yang lebih tinggi elevasinya. Selain itu, pompa juga dapat digunakan untuk memindahkan fluida ke tempat dengan tekanan yang lebih tinggi atau memindahkan fluida ke tempat lain dengan jarak tertentu.
Penggunaan pompa untuk pemenuhan kebutuhan air memang sebuah solusi tepat dan telah terbukti sukses digunakan dari generasi ke generasi. Namun jika dicermati lebih mendalam, ternyata masih ada kendala yang dihadapi ketika dihadapkan pada kebutuhan energi sebagai sumber tenaga penggerak utama (prime mover) pompa. Pada umumnya, penggerak utama pompa yang digunakan adalah motor listrik yang memerlukan konsumsi energi listrik sebagai tenaga penggerak. Masalahnya, tidak semua daerah telah mendapatkan aliran listrik, masih banyak daerah yang belum dapat menikmati listrik dalam kesehariannya.
Sementara itu, jika kebutuhan energi untuk penggerak utama dipenuhi dengan menggunakan mesin diesel, akan dihadapkan pada masalah finansial dan daya beli masyarakat yang masih rendah.
Perencanaan sistem plambing dalam suatu gedung, guna memenuhi kebutuhan air bersih sesuai jumlah penghuni dan penyaluran air kotor secara efesien dan efektif (drainase), sehingga tidak terjadi kerancuan dan pencemaran yang senantiasa terjadi ketika saluran mengalami gangguan.

Drainase berasal dari bahasa Inggris “drainage” yang mempunyai arti mengalirkan, menguras, membuang, atau mengalihkan air. Secara umum, sistem drainase dapat didefinisikan sebagai serangkaian bangunan air yang berfungsi untuk mengurangi dan atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan atau lahan, sehingga lahan dapat difungsikan secara optimal.

Sistem drainase terdiri dari saluran penerima (interceptor drain), saluran pengumpul (collector drain), saluran pembawa (conveyor drain), saluran induk (main drain) dan bagian penerima air (receiving waters). Di sepanjang sistem sering dijumpai bagian lainnya seperti gorong-gorong, siphon, jembatan air (aquaduct), pelimpah, pintu-pintu air, bangunan terjun, kolam tando, dan stasiun pompa.

Fungsi utama peralatan plumbing gedung adalah menyediakan air bersih dan atau air panas ke tempat-tempat tertentu dengan tekanan cukup, menyediakan air sebagai proteksi kebakaran dan menyalurkan air kotor dari tempat-tempat tertentu tanpa mencemari lingkungan sekitarnya







PEMBAHASAN

DEFINISI UMUM
Kerja pipa merupakan pekerjaan menyambung pipa satu sama lain, sehingga merupakan satu jaringan pipa (instalasi pipa) yang bentuk serta ukurannya sesuai dengan gambar kerja.
Pompa adalah peralatan mekanis untuk mengubah energi mekanik dari mesin penggerak pompa menjadi energi tekan fluida yang dapat membantu memindahkan fluida ke tempat yang lebih tinggi elevasinya.
Pipa adalah istilah benda silinder  yang berlubang dan digunakan untuk memindahkan zat hasil pemrosesan seperti cairan, gas, uap, zat padat yang dicairkan maupun serbuk halus.
Instalasi Pipa  adalah pemasangan atau penyambungan pipa-pipa untuk pemasukan dan pengeluaran khusus yang terdapat pada bangunan untuk segala keperluan alat plumbing, seperti kamar mandi, wc, tempat cuci piring (sink), tempat cuci tangan, tempat buang air kecil (urinoir) jaringan pipa gas, jaringan pipa untuk keperluan rumah, dan lain-lain.



JENIS-JENIS DAN FUNGSI PIPA
Jenis pipa yang umum digunakan pada pekerjaan pipa, baik di dalam bangunan maupun diluar bangunan yaitu sebagai berikut :

1.      Pipa Galvanis
Pipa galvanis merupakan pipa yang sering digunakan untuk mengalirkan air bersih. Pipa yang digunakan pada instalasi pipa pada pompa sumasang/ helai ialah pipa galvanis.





2.      Pipa PVC (Polyvinyl Clorida)
Pipa PVC dalam pekerjaan ini digunakan untuk instalasi air bersih maupun air kotor.








PEMASANGAN PIPA TEKNIK DASAR
  • Pemasangan pipa untuk system sanitary/toilet lengkap dengan sambungan-­sambungan untuk Kran air dan bak cuci di dapur.
  • Pemasangan pipa untuk system air kotor (dari WC), air bekas, sesual dengan gambar.
  • Pemasangan pipa PVC untuk instalasi pipa vent yang dihubungkan derigan pipa tegak air kotor maupun pipa tegak air bekas, serta pemasangan vent out pada puncak pipa. vent tegak.


JENIS PERALATAN PIPA/ INSTALASI PIPA

Peralatan untuk penyediaan instalasi air bersih/air minum dan air panas menggunakan beberapa peralatan diantaranya sebagai berikut :
1.                  Pompa Transfer, berfungsi untuk memompa air bersih dari ground water tank ke roof tank melalui pipa transfer, beberapa jenis pompa transfer yang sering dipakai, antara lain :
a.       End suction pump
b.      Horizontal split case pump
c.       Multi stage pump
d.      Centrifugal pump
2.      Pressure tank, berfungsi untuk meringankan kerja pompa dari keadaan start-stop yang terlalu sering. Beberapa jenis pressure tank yang sering dipakai, antara lain sebgai berikut :
a.       Diapragma pressure tank
b.      Non diapraghma pressure tank atau well pressure tank
3.      Check valve, berfungsi sebagai aliran balik air didalam instalasi pipa.
4.      Gate valve, berfungsi sebagai pengatur buka tutup aliran air didalam pipa.

SAMBUNGAN-SAMBUNGAN INSTALASI PIPA PADA POMPA
Pada proses instalasi pipa pada pompa Sumasang/ helai, Soroako menggunakan beberapa sambungan diantaranya sebagai berikut :
                                                                                                                                    Gambar 1.0
( instalasi pipa pada pompa Sumasang/ Helai)

a.       Barrel Union, merupakan alat penyambung pipa permanen dengan tiga bagian.
b.      Stop Kran ( Gate Valve ), digunakan untuk mengatur aliran. Bagian ini juga biasa dilengkapi dengan meteran (indikator), yang juga berfungsi menutup dan membuka aliran.
c.       Bushing, fungsinya hampir sama dengan reducer Socket. Yakni menyambung dua pipa beda diameter dalam satu alat. Untuk jenis pipa berdiameter sama, digunakan Hexagonal Nipple. Aksesoris ini memiliki ulir dibagian kanan dan kiri, dengan drat segi lima dibagian tengah. Bagian ini yang kemudian menjadi pengunci saat kita mengeratkan kedua sambungan pipa ini.
d.      Socket berfungsi untuk memperpanjang pipa (menyambung pipa lurus) dengan diameter pipa yang sama.
  1. Elbow  : berguna untuk membelokkan aliran
  2. Bend : berguna untuk membelokkan arah aliran beradius besar
  3. Tee Stuck : berguna untuk membagi aliran menjadi dua arah
  4. Reducer Elbow : berguna untuk memperkecil aliran yang dibelokkan
  5. Reducer Socket : berguna untuk memperkecil aliran
  6. Cross : berguna untuk membagi aliran menjadi 3 arah
  7. Barrel Union : berguna untuk menyambung pipa permanent ( mati ) yang terdiri dari 3 bagian
  8. Dop (F) : berguna untuk menutup aliran pada ujung pipa
  9. Plug : berguna untuk menutup pipa pada sambungan
  10. Stop kran (Gate Valve) : berguna untuk mengatur aliran, dapat menutup dan menghentikan aliran pada saat perbaikan
  11. Kran : berguna untuk penutupan atau pengeluaran air
  12. Bushis : berguna untuk menyambung 4 buah pipa yang berlainan ukuran diameternya
  13. Hexagonal nipple : berguna untuk mengencangkan sambungan pipa. Bentuk sambungan ini segi enam, alat ini berguna untuk mengencangkan sambungan dengan  bantuan kunci pipa.

BEBERAPA PEKERJAAN YANG BERHUBUNGA N DENGAN INSTALASI PIPA.
Pekerjaan Penyediaan Air Bersih

-    Bahan
  • Bahan/material pipa untuk distribusi air bersih adalah GIP pipe, Pipa dan fitting yang digunakan harus mengikutl standar SII dan harus disertai sertifikat hasil pengujian.
  • Katup‑katup (valve) untuk ukuran lebih kecjl atau sama dengan 50 mm dibuat danri bahan kuningan dengan system penyambungan menggunakan ulir /screwed, sedangkan yang lebih besar dari 50 mm dibuat dari bahan GIP, dengan system sambungan ulir.
  • Penggantung pipa. (hanger) dan penjepit pipa (klem) harus dari bahan metal yang digalvanis.

-     Pemasangan
  • Untuk sambungan yang menggunakan ulir harus memiliki spesifikasi panjang ulir.
  • Sebelum dilakukan penyambungan, baglan yang berulir harus dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran‑kotoran yang melekat.
  • Setiap pemasangan katup yang menggunakan ulir harus digunakan sepasang water moer (union coupling) untuk mempermudah pekerjaan pemeliharaan.
  • Semua ujung yang terakhir, yang tidak dilanjutkan lagi harus ditutup dengan dop/plug atau blank flanged. 
  • Pipa‑pipa harus diberi penyangga, pipa‑pipa tegak yang menempel sepanjang kolom atau dinding dan pada setiap percabangan atau belokan harus diberi pengikat (klem).
  • Penyangga pipa harus dipasang pada lokasi‑lokasi yang ditentukan. 
  • Apabila lokasi penggantung pipa berhimpitan dengan katup, maka penyangga tersebut harus digeser dari posisi tersebut dengan catatan pipa tidak akan melengkung apabila katup tersebut dilepas.
  • Pipa‑pipa induk dan distribusi harus ditest dengan tekanan hidrostatik sebesar 8 kg/cm2 dan dalam waktu minimum 8 jam, tekanan tersebut tidak turun/nalk serta tidak terjadi kebocoran.
  • Instalasi yang hasil testnya tidak baik, segera diperbaiki. Biaya pengetesan, alat‑alat yang diperlukan dan biaya perbaikannaya ditanggung oleh pemborong. 
  • Pipa‑pipa yang ada di atas langit‑langit, sepanjang kolom, dinding dan pada tempat‑tempat yang terlihat harus dicat dengan wama sebagal berikut:
-     Pipa air bersih dengan warna biru
-     Pipa instalasi fire hydrant dengan warna merah
-     Pipa air bekas dan air kotor dengan warna abu­abu
-     Pipa air hujan dengan warna putih
  • Sebelum air bersih dipakai, maka air yang ada dalam pipa dibuang dulu, kemudian sistim pemipaan diisi dengan larutan yang mengandung 50 mg/I Chloor dan didiamkan selama 24 jam. Setelah 24 jam sistim dibilas dengan air bersih sampai kadar sisa Chloor 2 mg/l.


Pekerjaan Instalasi Sanitasi dan Lain‑lain
a.       Bahan
  • Jenis bahan yang dipakai untuk menyalurkan air bekas dan air limbah manusia dalam bangunan memakai bahan PVC.
  • Pipa air buangan, air kotor menggunakan PVC klas AW untuk yang tertanam dalam tanah.
  • Penyambungan pipa PVC dilakukan dengan solvent cement yang berkualitas baik. Sebelum melakukan penyambungan pipa, bagian yang akan disambung harus dibersihkan terlebih dahulu, bebas dari kotoran, air dan lain‑lain. Solvent cement harus merata pada bagian permukaan yang akan disambung.
b.      Pemasangan
  • Sambungan‑sambungan antara pipa PVC, diberi solvent cement darl kualitas balk yang disetujui oleh pengawas/Direksi.
  • Pada pipa vent, semua ujung pipa  atau fitting yang terakhir tidak dilanjutkan lagi harus ditutup dengan dop atau plug dari bahan material yang sama.
  • Pipa PVC untuk saluran air kotor dan limbah manusia yang tertanam harus diberi pondasi bantalan beton I pc + 3 ps + 5 krI pada setiap Jarak 3 m, pondasi ini juga dipasang pada bagian sambungan pipa percabangan dan belokan.
  • Pipa tegak (riser) harus diberikan bantalan beton pondasi pada bagian pertemuan antara pipa tegak dan datar di lantai dasar.
  • Pipa‑pipa sebelum disambungkan ke fixture harus ditest dahulu terhadap kebocoran‑kebocoran.
  • Instalasi yang hasil testnya tidak balk, segera diperbaiki. Biaya pengetesan, alat‑alat yang diperlukan dan blaya perbalkan ditanggung pemborong.
  • Penanaman pada tembok harus ditutup oleh pekeriaan finishing
  • Plpa‑pipa harus dipasang sedemikian rupa sehingga tidak ada hawa busuk keluar, dan tidak ada rongga‑rongga udara, letaknya harus lurus. Untuk pipa air kotor mendatar yang berukuran lebih besar dari 80 mm harus dibuat kemiringan minimal I % (satu persen), dan pipa yang berukuran lebih kecil atau sama dengan 80 mm harus dibuat kemiringan minimal 2 % (dua persen). Pipa limbah manusia harus dipasang dengan kemiringan minimal 2 % (dua persen)
  • Pada Ujung buntu dilengkapi dengan lubang pembersih (clean out) dengan ukuran diameter 50 mm atau 80 mm,
  • Ujung‑ujung pipa dan lubang‑lubang harus didop/plug selama pemasangan, untuk mencegah kotoran masuk ke pipa.





Pekerjaan Pengujian Instalasi

a.       Instalasi Air Bersih
  • Pipa instalasi plumbing siap terpasang seluruhnya.
  • Siapkan alat penekanan tekanan, pompa system mekanik atau pompa motor dan alat ukur tekanan (pressure gauge).
  • Hubungkan pipa outlet dari instalasi pompa penekan ke pipa input instalasi bangunan. Pengetesan dilaksanakan dengan cara bagian demi bagian dari panjang pipa maksimal 50 meter atau atas petunjuk Pengawas/Direksi.
  • Setelah selesai hubungan antara pipa instalasi bangunan dan alat pompa penekan, kran yang berhubungan ke instalasi diseluruh posisi ditutup dengan plug sesual dimensi kran.
  • Pipa instalasi stap ditest, pompa penekan dijalankan sampai pressure gauge menunjukkan tekanan 8 kg/cm2 atau atas petunjuk pengawas/ Direksi.
  • Tekanan 8 kg/cm2 ini harus tetap berlangsung selama 8 jam terus menerus (atau atas petunjuk pengawas/Direksi) tidak ada penurunan, kecuali akibat perubahan cuaca.
  • Untuk pemeriksaan tekanan bias dibuat daftar, dalam daftar ini tercantum tekanan per‑jam maupun keadaan cuaca pada saat uji tekan dilakukan.
  •  Sesuai penguiian, sebelum pipa instalasi air bersih siap dipakai, maka pipa diisi larutan yang mengandung 50 mg Chloor/lIter, dan didiamkan selarna 24 jam. Setelah itu pipa instalasi dibilas dengan air bersih sampai kadar sisa. chloor 2 mg/I 

































KESIMPULAN
Dalam membuat sebuah bangunan baik itu sebuah rumah tinggal dari yang bertipe sederhana sampai ke rumah yang bertipe luxury (mewah) dan gedung sederhana baik itu gedung kerja maupun hotel dan apartment yang mewah sekali pun pasti memerlukan sanitasi yang semuanya itu pasti menngunakan instalasi plumbing sedangkanFungsi utama dari peralatan plumbing gedung adalah menyediakan air bersih dan atau air panas ke tempat-tempat tertentu dengan tekanan cukup, menyediakan air sebagai proteksi kebakaran dan menyalurkan air kotor dari tempat-tempat tertentu tanpa mencemari lingkungan sekitarnya














DAFTAR PUSTAKA


Kamis, 18 Desember 2014

Mesin Bor


KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah “Mesin Bor” dengan sebagaimana mestinya. Makalah ini disusun sebagai nilai tambah teori perkuliahan.
Adapun pembuatan makalah ini untuk merangkum hal-hal yang berkaitan dengan “Mesin Bor”, adapun pembahasan yang penulis masukkan yaitu pengertian mesin bor, jenis-jenis mesin bor, sejarah/penemu mesin bor, dan bagian-bagian utama mesin bor, sehingga dapat menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa(i) Akademi Teknik Soroako dan para pembaca lainnya.
Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada dosen, dalam hal ini adalah Bapak Setyo Wardoyo, yang telah banyak memberikan penjelasan materi selama teori perkuliahan berlangsung.
Akhir kata, penulis memohon maaf jika banyak kesalahan dan kekurangan dalam laporan ini, untuk itu dibutuhkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi penyempurnaan laporan selanjutnya.



                                                                                                Soroako, 17 Desember 2014


                                                                                                            Penulis

DAFTAR ISI
LEMBAR SOAL ……………………………………………………………………………… X
KATA PENGANTAR …………………………………………………………………………. 1
DAFTAR ISI ……………..…………………………………………………………………….. 2

PENDAHULUAN ……………………………………………………………………………… 3
PEMBAHASAN ……………………………………………………………………………… .. 4
1.      DEFINISI  DAN FUNGSI MESIN BOR ……………………………………………. . 4
2.      BAGIAN – BAGIAN UTAMA MESIN BOR ………………………………………... 5
3.      MACAM MACAM MESIN BOR ……………………………….……………………. 6
4.      PENEMU MESIN BOR MODERN …………………………………………………... 9
5.      PERAWATAN MESIN BOR ………..………………………………………………. 10
6.      JENIS PENYIMPANGAN PADA MESIN BOR ……………………………...……. 11

PENUTUP …………………………………………………………………………………..… 12
1.      KESIMPULAN …………………………………………………………………….12
2.      SARAN ……………………………………………………………………………..13
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………………..14



PENDAHULUAN
Proses Manufaktur adalah suatu cara atau proses yang di terapkan untuk merubah bentuk suatu benda. Proses permesinan (Machining process) merupakan proses pembentukan suatu produk dengan pemotongan dan menggunakan mesin perkakas. Mesin perkakas adalah alat mekanis yang ditenagai, biasanya digunakan untuk mempabrikasi komponen metal dari sebuah mesin. Umumnya, benda kerja yang di gunakan berasal dari proses sebelumnya, seperti proses penuangan (Casting) dan proses pembentukan (Metal Forging), diantaranya ialah proses membor/drilling.
Bor adalah salah satu mesin perkakas, yang secara umum digunakan untuk mengebor suatu benda kerja. Sedangkan membor adalah suatu proses pembuatan lubang dengan menggunakan alat potong yang berputar.  Pada mesin ini juga dapat dilakukan pekerjaan- pekerjaan yang lainnya seperti, memperluas lubang,pengeboran untuk tirus pada bagian suatu lubang atau pembenaman. Dalam pelaksanaannya pengeboran sesungguhnya adalah suatu poros yang berputar, dimana pada bagian ujungnya (bagian bawah) disambungkan mata bor yang dapat mengebor terhadap benda kerja yang di jepit pada mejamesin bor.
Jadi secara umum dalam pelaksanaan pengeboran suatu lubang pada benda kerja diperlukan suatu mesin bor yang bekerja baik dan teliti.Mesin dapat mengebor benda kerja secara terus menerus dan mempunyai kecepatan poros yang dapat disetel menurut kebutuhannya dan dapat dilakukan bermacam- macam pengeboran yang sesuai kebutuhan.






PEMBAHASAN

A.DEFINISI  DAN FUNGSI MESIN BOR
Mesin bor adalah suatu jenis mesin gerakanya memutarkan alat pemotong yang arah pemakanan mata bor hanya pada sumbu mesin tersebut (pengerjaan pelubangan). Sedangkan Pengeboran adalah operasi menghasilkan lubang berbentuk bulat dalam lembaran-kerja dengan menggunakan pemotong berputar yang disebut BOR.
Fungsinya untuk:
ü  membuat lubang dengan menggunakan perkakas bantu yang disebut mata bor. 
ü  Memperluas lubang.
ü  menghaluskan permukaan lubang.
ü  pembuatan ulir dengan memasang tap pada chucknya.

B. BAGIAN – BAGIAN UTAMA MESIN BOR

1.Base (Dudukan )
Base ini merupakan penopang dari semua komponen mesin bor. Base terletak paling bawah menempel pada lantai, biasanya dibaut. Pemasangannya harus kuat karena akan mempengaruhi keakuratan pengeboran akibat dari getaran yang terjadi.
2.Column (Tiang)
Bagian dari mesin bor yang digunakan untuk menyangga bagian-bagian yang digunakan untuk proses pengeboran. Kolom berbentuk silinder yang mempunyai alur atau rel untuk jalur gerak vertikal dari meja kerja.

3.Table (Meja)
Bagian yang digunakan untuk meletakkan benda kerja yang akan di bor. Meja kerja dapat disesuaikan secara vertikal untuk mengakomodasi ketinggian pekerjaan yang berbeda atau bisa berputar ke kiri dan ke kanan dengan sumbu poros pada ujung yang melekat pada tiang (column). Untuk meja yang berbentuk lingkaran bisa diputar 3600 dengan poros ditengah-tengah meja. Kesemuanya itu dilengkapi pengunci (table clamp) untuk menjaga agar posisi meja sesuai dengan yang dibutuhkan. Untuk menjepit benda kerja agar diam menggunakan ragum yang diletakkan di atas meja.



4.Drill (Mata Bor)
Adalah suatu alat pembuat lubang atau alur yang efisien. Mata bor yang paling sering digunakan adalah bor spiral, karena daya hantarnya yang baik, penyaluran serpih (geram) yang baik karena alur-alurnya yang berbentuk sekrup, sudut-sudut sayat yang menguntungkan dan bidang potong dapat diasah tanpa mengubah diameter bor. Bidang–bidang potong bor spiral tidak radial tetapi digeser sehingga membentuk garis-garis singgung pada lingkaran kecil yang merupakan hati bor.
5.Spindle
Bagian yang menggerakkan chuck atau pencekam, yang memegang / mencekam mata bor.
6.Spindle head
Merupakan rumah dari konstruksi spindle yang digerakkan oleh motor dengan sambungan berupa belt dan diatur oleh drill feed handle untuk proses pemakananya.
7.Drill Feed Handle
Handel untuk menurunkan atau menekankan spindle dan mata bor ke benda kerja ( memakankan)
8.Kelistrikan
Penggerak utama dari mesin bor adalah motor listrik, untuk kelengkapanya mulai dari kabel power dan kabel penghubung , fuse / sekring, lampu indicator, saklar on / off dan saklar pengatur kecepatan.
C. MACAM MACAM MESIN BOR
Macam-macam Mesin Bor Ada beberapa jenis mesin bor, antara lain:

1)Mesin Bor Instrument

a) Mesin Bor Meja
Mesin bor meja adalah mesin bor yang diletakkan di atas meja. Mesin ini digunakan untuk membuat lubang benda kerja dengan diameter kecil (terbatas sampai dengan diameter 16 mm). Mesin bor meja digunakan untuk proses bor sederhana (aplikasi ringan) pada benda kerja yang kecil.









b) Mesin Bor Lantai (Kolom atau Tiang)
Mesin bor lantai adalah mesin bor yang dipasang pada lantai. Mesin bor lantai disebut juga mesin bor kolom. Jenis lain mesin bor lantai ini adalah mesin bor yang mejanya disangga dengan batang pendukung. Dengan mesin bor tiang dapat dibor benda-benda kerja yang lebih tinggi daripada dengan mesin bor meja, jarak antara garis hati poros bor dan tiang lebih besar, benda kerjanya telah dikencangkan dapat diletakkan pada tempat yang tepat di bawah bor dengan pemutaran meja pengencangan.

2) Mesin Bor Radial
Mesin bor radial khusus dirancang untuk pengeboran benda-benda kerja yang besar dan berat. Mesin ini langsung dipasang pada lantai, sedangkan meja mesin telah terpasang secara permanen pada landasan atau alas mesin.
Mesin bor radial mampu digunakan untuk benda kerja dengan dimensi yang relatif besar dengan pisau potong (mata bor) yang juga besar.


3) Mesin Bor Gang / berporos
Mesin bor gang mempunyai lebih dari satu spindel, biasanya empat spindel dengan satu buah meja. Mesin ini digunakan untuk melakukan beberapa operasi sekaligus sehingga lebih cepat.

4) Mesin Bor Koordinat

Mesin bor koordinat pada dasarnya sama prinsipnya dengan mesin bor sebelumnya. Perbedaannya terdapat pada sistem pengaturan posisi pengeboran. Mesin bor koordinat digunakan untuk membuat atau membesarkan lubang dengan jarak titik pusat dan diameter lubang antara masing-masingnya memiliki ukuran dan ketelitian yang tinggi. Untuk mendapatkan ukuran ketelitian yang tinggi tersebut digunakan meja kombinasi yang dapat diatur dalam arah memanjang dan arah melintang dengan bantuan sistem optik. Ketelitian dan ketepatan ukuran dengan sisitem optik dapat diatur sampai mencapai toleransi 0,001 mm.


5) Mesin Bor Tegak
Mesin bor tegak merupakan jenis mesin bor meja dengan kemampuan mengerjakan benda kerja ukuran yang lebih besar dimana proses pemakanan dari mata bor dapat dikendalikan secara otomatis naik turun.


D. PENEMU MESIN BOR MODERN ARTHUR L. HAWKESWORTH (1869-1925)

Di awal tahun 20an, Hawkesworth adalah seorang ahli mekanik di Anaconda Copper Mining Co.
Dia terkenal sebagai penemu mesin bor tambang dengan mata bor yang dapat dibongkar pasang. Dengan penemuannya, sebuah bor dapat dibuat tetap produktif dengan hanya mengganti ujung mata bor.
Sebelum penemuan itu, seorang operator bor tambang bawah tanah memerlukan banyak batang bor dengan panjang bervariasi mulai dari 13, 20, dan 26 m untuk menyelesaikan semua pekerjaannya.
Selama bertahun-tahun Hawkesworth mengamati bahwa dengan metode konvensional, pekerja mesti mengirim batang bor dengan berbagai ukuran ke area kerja di bawah tanah. Setelah bor tumpul karena digunakan, batang bor ini mesti dikirim ke permukaan untuk dipertajam kembali.

Di hari Jumat, 21 Mei 1922, Anaconda menggelar demonstrasi Bor Hawkesworth. Semua pemilik tambang, manajer, insinyur dan mekanik menghadiri uji coba tersebut. Hasil uji coba ternyata memuaskan semua yang hadir.
Dalam waktu 2 menit, Bor Hawkesworth mampu membuat lubang sedalam 520 dan 560 mm pada batuan granit. Sedang bor konvensional hanya mampu menembus sedalam 240 mm dengan waktu yang sama.
Penemuan Hawkesworth mampu menghasilkan penghematan yang besar baik dari sisi waktu, biaya dan juga keselamatan.
Penghematan waktu didapat dari kecepatan bor yang meningkat dan peningkatan efisiensi karena operator selalu dapat bekerja dengan mata bor yang tajam tanpa perlu menunggu batang bor dipertajam. Ini karena operator langsung dapat mengganti mata bor yang tumpul dengan yang baru.
Penghematan juga datang dari tidak diperlukannya lagi orang untuk mengirim batang bor tumpul ke permukaan dan membawa kembali yang sudah dipertajam ke area tambang bawah tanah.
Keselamatan kerja juga mampu ditingkatkan dengan hilangnya angka kecelakaan yang terjadi selama kegiatan transportasi batang bor dari dan ke area kerja.
Setelah penemuan itu, batang bor yang dapat dibongkar pasang mendapatkan tempatnya di industri pertambangan. Sumbangan Hawkesworth dalam dunia pertambangan pun menjadi tidak diragunakan

E. PERAWATAN MESIN BOR
Sebuah mesin dalam menjaga performa kinerjanya juga membutuhkan perawatan yang intensif pada setiap komponen mesinnya. Hal ini juga diperlukan untuk mesin bor. Adapun hal-hal yang harus diperhatikan :
1.Pelumasan secara rutin untuk menghilangkan panas dan gesekan.
2.Mesin harus dibersihkan setelah digunakan
3.Chips harus dibersihkan menggunakan kuas.
4.T-slots, grooves, spindles sleeves, belts, and pulley harus dibersihkan.
5.Mesin diolesi dengan cairan anti karat untuk mencegah dari berkarat
6.Pastikan untuk alat pemotong berjalan lurus (stabil) sebelum memulai operasi.
7.Jangan menempatkan alat-alat lain di meja pemboran
8.Hindari pakaian longgar
9.Perlindungan khusus untuk mata

F. JENIS PENYIMPANGAN PADA MESIN BOR
a)      Penyimpangan pada baut pengikat
Baut pengikat harus selalu diperiksa keteguhannya, karena jika terjadi kelonggaran akan mengakibatkan timbulnya getaran, getaran yang ditimbulkan saat mesin bor bekerja akan dapat memengaruhi kualitas hasil pengeboran.
b)      Penyimpangan pada puli
Puli harus diperiksa terhadap keausan yang berlebihan atau terhadap keretakan-keretakan pada bibirnya.
c)      Penyimpangan pada ban penggerak dan puli
Kelurusan ban penggerak dan puli merupakan hal yang sangan penting dalam proses pengerjaan. Ketelitian hasil pengeboran juga dapat dipengaruhi ketidaklurusan dari ban dan puli mesin







PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa mesin bor merupakan suatu jenis mesin gerakanya memutarkan alat pemotong yang arah pemakanan mata bor hanya pada sumbu mesin tersebut (pengerjaan pelubangan).
Sedangkan Pengeboran adalah operasi menghasilkan lubang berbentuk bulat dalam lembaran-kerja dengan menggunakan pemotong berputar yang disebut BOR.

Sedangkan penemu mesin bor Modern ialah Arthur L. Hawkesworth (1869-1925). Ada beberapa jenis mesin bor diantaranya sebagai berikut :

·         Mesin Bor Meja
·         Mesin Bor Lantai (Kolom atau Tiang)
·         Mesin Bor Radial
·         Mesin Bor Gang / berporos
·         Mesin Bor Koordinat
·         Mesin Bor Tegak
Bagian-bagian utama mesin bor ialah :
ü  Base (Dudukan )
ü  Column (Tiang)
ü  Table (Meja)
ü  Drill (Mata Bor)
ü  Spindle
ü  Spindle head
ü  Drill Feed Handle
ü  Kelistrikan
Kerusakan-kerusakan pada mesin bor diakibatkan karena kurangnya perawatan dan kurangnya kehati-hatian dalam penggunaannya.
Terjadinya banyak korosi pada komponen-komponen mesin bor diakibatkan karena kurangnya pelumasan pada komponen-komponen tersebut.

B.     SARAN
ü  Perawatan yang baik akan menambah umur pakai mesin bor.
ü  Baut pengikat harus selalu diperiksa keteguhannya, karena jika terjadi kelonggaran akan mengakibatka getaran.
ü  Baut pengikat puli juga harus diperiksa
ü  Peralatan atau pengatur dalamnya pemakanan bor juga harus diperiksa terutama apabila menggunakan roda gigi rack. Periksa roda gigi rack apakah terjadi cacat padanya dan apakah pelumasannya diberikan secara teratur.
ü  Periksa bearing pada bagian kepala mesin bor, masih bagus atau mengalami keausan
ü  Cek kelurusan ban penggerak dan puli


DAFTAR PUSTAKA
Job Sheet Laboratorium Metrologi Teknik Mesin
http://larrydaromes.blogspot.com/2012/01/v-behaviorurldefaultvmlo_29.html










Quote of Dear Nathan Movie 2017

Dear Nathan… Ada kisah yang ingin aku sampaikan padamu, Tentang sebuah perasaan kaku yang bermetamorfosa seperti kupu-kupu, Dia serin...